Kisah Nabi Nuh AS
Nabi Nuh as adalah Rasul Allah yang pertama kepada kaumnya ketika mereka berubah menyembah berhala. Akan tetapi masa ini tidaklah menghasilkan buahnya pada mereka maka tidaklah beriman dengan risalah kecuali sedikit saja dari mereka.
Nuh berkata kepada kaumnya : sesungguhnya aku memperhatikan kamu akan siksaan Allah dan menjelaskan kepada kamu jalan keselamatan, maka sembahlah Allah saja dan jangan mempersekutukannya dengan suatu apa pun, karena aku khawatir apabila kamu menyembah selain Dia atau menyekutukan yang lain dengan-Nya, maka Dia akan menyiksa kamu pada hari kiamat dengan siksaan yang pedih (Q.S Hud ayat 25-26)
Ucapan-ucapan Nuh tidaklah menghasilkan apapun bahkan mereka menjawab dengan pembangkangan : hai Nuh, engkau telah memusuhi kami dan terus menerus melakukan hal itu.
Setelah Nuh meresa kesal terhadap kaumnya, ia pun memohon pertolongan kepada Allah atas pembangkangan kaumnya, maka Nuh berkata : "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah mengajak kaumku untuk beriman kepadaMu dan meniggalkan penyembahan berhala. Ternyata harapanku Sangat ini sia-sia dan mereka malah makin membangkang dan mendurhaka. Demikianlah mereka itu terus menjauhi dakwah Allah dan meresa sombong dengan tidak mengikuti ajaranku.
Setelah mencurahkan segala tenaga untuk memberi hidayah kepada kaumnya dan setelah tertutup segala jalan untuk memperbaiki mereka, maka pada waktu itu ia pun berlindung kepada Tuhannya dengan mengeluh atas perilaku kaumnya. Nuh berdoa kepada Tuhan agar tidak membiarkan di bumi ini ada seorang pun dari orang-orang kafir itu, karena jika di biarkan orang-orang kafir akan menyesatkan orang lain dari kebenaran.
Allah mengabulkan doa Nuh dan sebelum membinasakan kaumy Allah hendak menyiapkan baginya dan para pengikutnya alat untuk menyelamatkan diri. Allah menyuruh Nuh untuk membuat kapal keselamatan dan memberitahukan kepadanya bahwa Allah akan mengawasinya dan memberi keselamatan bagi para pengikutnya. Nuh mulai membuat kapal dan orang-orang kafir pun mengejeknya.
Nuh mulai meyelesaikan pembuatan kapalnya dan tanda-tanda siksaan sudah mulai muncul yaitu memancarnya air dari penjuru bumi. Maka Allah menyuruh Nuh untuk mengumpulkan semua jenis hewan yang hidup perpasangan untuk di bawa bersamanya. Nuh menyiapkan kapalnya dan berkata kepada orang-orang beriman untuk naik ke kapalnya.
Nuh teringat dengan putranya ia pun memanggil putranya untuk naik ke kapal bersamanya, namun putranya menolaknya ia malah naik ke atas gunung tinggi. Namun usaha putranya tidak membuahkan hasil apapun ia akan tetap tenggelam bersama dengan orang-orang kafir tersebut.
Ketika orang-orang kafir binasa Allah pun menyuruh bumi untuk mengisap airnya dan menyuruh langit berhenti menurunkan hujan maka surutlah air dari bumi dan kapalnya terdampar di gunung juudy. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kapal atau bahtera Nuh masih ada sampai sekarang.
Setelah kapal terdampar di gunung Allah pun menyuruh Nuh turun dari kapal ke bumi. Maka ia pun turun bersama parah pengikutnya. Sebagaimana mereka akan menjadi umat yang hidup damai dan sejahtera.

Komentar